Rabu, 02 Juni 2010

Sejuta Warna

awalnya hanya putih, nyaris kau sebut tanpa warna
ialah cahaya, yang membuat hidup kita kian bermakna
putih bermakna suci, bahwa ia lahir dari hati

lalu hadirlah hujan, beserta kehidupan yang ia bawa
butir-butir embun dan kesejukan yang menyertainya
dalam titik-titik air, yang melembutkan kehidupan

semburatlah cahaya, terurai ia menjadi jutaan warna
tak sekedar me ji ku hi bi ni u, atau sekedar merah kuning hijau
seperti di lagu pelangi-pelangi masa kecilmu
terbias dalam spektrum-spektrum maha karya
dan inilah pelangi dengan sejuta warnanya

lihatlah, ada warna keceriaan
cerah terurai dalam derai senyuman

ada warna tegas keberanian,
kokoh tegar dalam perlindungan

ada warna peluh pengorbanan,
bahwa diri tak kan lebih dipentingkan

ada warna cita dan harapan
yang mengubur debu keputus asaan

ada warna tulus keikhlasan
dalam setiap tutur kata dan tindakan

ada pula warna keharuan
ketika kita menuliskan air mata kesedihan

ada warna bening kesucian
tulus dari hati bahwa Allah sebagai naungan

dan warna doa-doa tak kenal henti
yang tak kenal lelah kita panjatkan
dalam sujud-sujud panjang kesendirian

dan itulah warna-warni pelangi kita
diantara sejuta warna-warna yang tak tersebut
dan ini saatnya kita sama-sama bertanya...
ini cahayaku, dimanakah embun kehidupanku?

*catatan sastra pelangi
Indonesia 2 september 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar