Rabu, 02 Juni 2010

Bara Dingin

terpaku aku di sudut kalbu
terdiam, termangu... termenung tanpa ruh
hanya sepotong tubuh dingin membeku
coba hangatkan dengan mimpi dan harap semu?

hatiku hilang sudah, kosong, hampa
musnah bersama ilalang-ilalang masa
keruh merekuh termangu tanpa pesona
menangis dalam tawa dan kau sebut gila

Ah untunglah, aku masih punya bara
hanya sebutir cahaya yang menyala
membuatku hangat dalam beku jiwa
dan itu yang aku punya
cinta...



*)catatan sastra pelangi
Agustus 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar