Rabu, 02 Juni 2010

Intinya Satu

kau punya peluru, atau hanya batu,
Kau punya saham, atau hanya dirham.
Kau punya kecerdasan, atau hanya keluguan.
Kau punya pidato menggebu, atau hanya malu-malu
Kau punya segudang ilmu, atau hanya sekuku
Kau punya pengikut, atau hanya sekutu
intinya satu
gunakan seluruh yang kau punya,
yang kau bisa,
yang kau mampu,
untuk mengajak manusia-manusia itu
ke jalan Rabb-mu
dengan segala apa yang ada di dirimu :)
besar atau kecilnya yang kau beri, bukan itu
tapi pada semangatmu, dan keikhlasanmu

Karena Allah memperhatikan apa yang kau kerjakan
bukan apa yang kau hasilkan :)

Sebuah Sudut kantuk di Indonesia
4 November 2009 10:59

Siap Kan Pak?

Belum pula satu bulan diangkat
Berita padang masih pula hangat
ribut mereka gaji kurang "mengangkat"
Ah susah benar mereka para pejabat
apalah nanti kata ummat???

ya tak masalah lah kata orang inflasi
semoga mereka pun masih tahu diri
boleh lah ribut sana sini soal gaji
asal jangan kerja ongkang-ongkan kaki
apaagi kalau sampai korupsi!!! Awas!

Karena sebenarnya kami lah bosmu
Bukan pak presiden yang mengangkatmu
Uang Gaji Bapak, kami rakyat yang membayarmu
Kami tak minta bapak sapu rumah kami yang berdebu,
nyuci, memasak, atau bantu kami jemur baju
cukup lakukan yang terbaik yang kau mampu
jangan curang, jangan buat tipu menipu
mainan proyek, tender di balik pintu
jangan ya pak? nanti kami yang tanggun malu..

Ah kami yakin pun Bapak Ibu sudah tahu...
Kami yang akan melihat karya-karya mu
Rabb kita pun akan meminta LPJ-mu
LPJ yang bahkan kau tak bisa buat tipu
siap kan pak??


seorang sastrawan yang kehilangan inspirasi
sebuah sudut kamar di Indonesia
30 Oktober 2009 15.00

Mimpi Layang-Layang

Seutas tali terikat layang
tegak menjulur ia dia ke atas awang
Layang hendak bersua bintang
disangka bintang di balik awan

terbang terbang dan terbang
sejuta harap ia bersua bintang
makin kencang angin menerjang
makin tinggilah ia terbang

satu mil, dua mil ia terus melayang
tanpa sadar tali kencang mengekang
hingga satu batas, dan itulah batas layang
batas tertinggi ia mampu terbangi

maka kini disinilah ia si lelayang
dari bumi ia hanya memandang
betapa cantik kemilau si bintang
betapa mengagumkan di langit jelaga

ah, aku hanya lelayang kecil
tak mampu aku tembus troposfir
tali-tali telah mengikat ragaku di bumi
namun jiwaku sungguh bebas di angkasa


di sebuah sudut di bumi Indonesia,
saat merindukan hari-hari leluasa
26 Oktober 2009

Hadiah Untuk 28 Juta Rakyat Indonesia

bermula di Sya'ban kita latihan
lalu perang hawa nafsu kita di Ramadhan
dan ditutuplah dengan lebaran

katakan lebaran kepada orang Indonesia
dan kau dapati sejuta jawaban berbeda...

bagi pegawai seperti aku, ini bermakna THR
uang bonus untuk beli baju anak keluarga kita..

bagi polisi jalan, ini berarti kerja ekstra
mengatur traffic 28 juta penduduk di jalan raya

bagi operator seluler, ini berarti rejeki pulsa
jutaan sms ucapan dalam 3 hari luar biasa

bagi PNS-PNS kita, ini berarti cuti bersama
libur panjang tuk keluarga tercinta

namun apapun bentuknya,
pada akhirnya kita akan mendapati satu jawaban pasti yang sama..
MUDIK!!!!
dan inilah berkah lebaran di Indonesia tercinta....

karena jika tak ada lebaran...
kapan lagi 28 juta orang Indonesia, rela berjejal hingga atap kereta,
berebut bus hingga barang berjatuhan,
rela berdiri belasan jam di kendaraan,
rela antri di pelabuhan bersama belasan copet berpengalaman,
rela tidur di stasiun beralas keramik dingin
dan bertemu mereka, para pengamen, pedagang asongan, preman, dan jutaan penumpang lainnya
mudik!!!!


untuk satu kata... keluarga
agar di hari lebaran fitri, kita masih bisa bertemu orang tua yang setia menanti
anak istri yang ingin memeluk hangat ayah di negeri rantau
tetangga-tetangga kita main bola di lapangan dahulu
kawan-kawan lama, guru-guru tua, paman, nenek, bibi, keponakan, sepupu,
dan seluruh keluarga besar kita...

tak peduli perusahaan libur sepekan
omset rugi jutaan akibat tak produksi,
yang penting lega bisa mudik lebaran...
karena bahagia bersama keluarga
selamanya tak pernah bisa tergantikan

ah bersyukurlah
karena jika bukan karena lebaran
kapan lagi 28 juta penduduk Indonesia
bisa berkumpul lagi bersama keluarga...???

lampung, jember, makassar, kendari, ternate, brebes, pekalongan, jogja, madiun, ngawi, mataram, bima, padang, lamongan, manado, sampit, tasikmalaya, bandung, lhokseumawe, biliton, madura, cilacap, samarinda,merauke, lhok nga, jambi, bengkulu, ujung kulon, gunung kidul, wonogiri, dan seluruh kota-kota di tanah air...

selamat mudik Indonesia.... :)
semoga keluarga di rumah baik-baik saja,
dan senantiasa bahagia...

Idul Fitri 2009

Sejuta Warna

awalnya hanya putih, nyaris kau sebut tanpa warna
ialah cahaya, yang membuat hidup kita kian bermakna
putih bermakna suci, bahwa ia lahir dari hati

lalu hadirlah hujan, beserta kehidupan yang ia bawa
butir-butir embun dan kesejukan yang menyertainya
dalam titik-titik air, yang melembutkan kehidupan

semburatlah cahaya, terurai ia menjadi jutaan warna
tak sekedar me ji ku hi bi ni u, atau sekedar merah kuning hijau
seperti di lagu pelangi-pelangi masa kecilmu
terbias dalam spektrum-spektrum maha karya
dan inilah pelangi dengan sejuta warnanya

lihatlah, ada warna keceriaan
cerah terurai dalam derai senyuman

ada warna tegas keberanian,
kokoh tegar dalam perlindungan

ada warna peluh pengorbanan,
bahwa diri tak kan lebih dipentingkan

ada warna cita dan harapan
yang mengubur debu keputus asaan

ada warna tulus keikhlasan
dalam setiap tutur kata dan tindakan

ada pula warna keharuan
ketika kita menuliskan air mata kesedihan

ada warna bening kesucian
tulus dari hati bahwa Allah sebagai naungan

dan warna doa-doa tak kenal henti
yang tak kenal lelah kita panjatkan
dalam sujud-sujud panjang kesendirian

dan itulah warna-warni pelangi kita
diantara sejuta warna-warna yang tak tersebut
dan ini saatnya kita sama-sama bertanya...
ini cahayaku, dimanakah embun kehidupanku?

*catatan sastra pelangi
Indonesia 2 september 2009

Parade Sayap-Sayap Patah

tak lengkap rasanya kau bilang cinta,
kalau kau tak kata yang patah hati
beruntunglah kalian yang tak pernah patah
karena untuk menyambung kembali tak pernah mudah

coba buka matamu, kan kau lihat dimana-mana patah hati
di kelasmu, teman yang biasa lucu tertunduk sendu habis putus cinta
di kostmu, ada sahabat cerdas IP cumlaude jadi gila ditinggal cinta
di kantor bosmu yang garang jadi diam muram ditinggal kekasih
ada pula suami tetangga yang murah senyum nyaris gantung diri
kau longok rumah makan, kau lihat piring utuh tak termakan
hanya dipandangi sesosok tubuh sendiri patah hati tanpa ruh
kau lihat sinetron murahan, kau dapati air mata bak curah hujan...


tak kenal waktu, kau dapati mereka yang terpatah
sebelum subuh kau dengar tangis cinta di sujud tahajud mereka
kala surya terbit kau dapati orang menangis di pasar-pasar, di sekolah-sekolah
bahkan kau bisa dengar doa-doa cinta mereka di sela-sela sholat dhuha
siang kau temukan mereka menyepi di gudang tua, di kolong-kolong jembatan
sore kau masih bisa lihat mereka di restoran-restoran mahal
tengah malam kan lebih banyak lagi...
tangis bersahut-sahutan tanpa irama paduan suara


kau lihat ekspresi mereka pun sejuta macam
ada yang diam membabi buta meraung kesurupan
kalau artis, caci maki seret meja hijau, masuk berita sampah
ada pula seharian muram paksa senyum tak kunjung datang
yang lain diam membisu, tahu-tahu masuk berita kriminal
Dar Der Dor, gantung diri, iris nadi, atau tenggak baygon
yang tak berani, hanya menuliskannya dalam diary
kata-kata sastra berpuisi,'yah' seperti diriku ini



Ah sudah, jangan kau adili mereka yang patah berserak
dengan kata-kata sinismu, dengan iqob-iqob-mu, dengan boikot-boikotmu
pengasingan, penon-aktifan, taujih-taujih menghunjammu...
ghibah-ghibahmu, gosip-gosipmu....
sungguh andai kau yang merasa, kau tak kan mau dibegitukan
rasanya remuk sudah hati mereka, sungguh kasihan jiwa-jiwa lembut itu
jangan lagi kau bebani jiwa mereka,
jiwa-jiwa lembut para pencinta,
jiwa-jiwa dengan energi suci mulia


karena selayaknya kita mendoakan mereka, aku, dan kau
parade bersayap namun lumpuh tiada terbang
agar mereka dipertemukan dengan doa-doa mereka,
doa-doa seusai sholat, didalam sujud-sujud panjang mereka,
Agar mereka berdoa, dan terus berdoa... sambil terjaga disela jiwa sakit mereka
Jika Allah menjawab doanya, Ia kan menambah imannya…
Jika Allah belum menjawab doanya, Ia menambah kesabarannya…
Jika Allah menjawab tapi bukan doanya, Ia memberikan yang terbaik untuknya.

Agustus 2009

Endure

For a true lover
To Love is about to Give
Then Endure

No matter How bitter is the feel
he will Endure..

No matter How sad is the heart
he keep Endure..

No matter How pain is the hurt
he still Endure..

And The True Lover will keep Endure
Don't know when will it end
because not the Sweet thing he look for
not the happiness he chase for
not the comfort he wants to be in

Because To Love is about To Give
Then Endure with the power within

So Before You say love
Ask to Your own soul
How Much You Give?
How Long You Endure?

Agustus 2009